Ketahui kondisi pasar
Langkah paling utama dalam menggunakan analisa teknikal untuk trading forex ialah mengetahui kondisi pasar. Untuk hal ini, Anda tidak bisa hanya membuka chart lalu menebak "ini pasti bakal naik nih". Tebak-tebakan seperti itu merupakan cara orang berjudi, bukan bertrading.
Trader forex umumnya menggunakan perangkat seperti trend line, indikator oscillator, atau pemahaman pola-pola harga untuk menentukan kondisi pasar dan pergerakan harga yang sedang berlangsung. Identifikasi ini penting, karena indikator teknikal dan strategi yang diterapkan dalam kondisi pasar trending, ranging, atau choppy, bisa berbeda-beda.
Dalam rangka mengetahui kondisi pasar juga, trader bisa membandingkan pergerakan harga pada chart di beberapa timeframe. Tujuannya untuk memastikan open posisi takkan tergilas oleh pergerakan di timeframe berbeda.
3. Memilih indikator teknikal
Berdasarkan pertimbangan di dua poin sebelumnya, langkah menggunakan analisa teknikal selanjutnya ialah memilih indikator yang sesuai dengan kondisi pasar.
Jika pasar sedang trending, maka akan sedikit sekali kegunaan RSI. Pergerakan harga dengan volatilitas tinggi bisa di-smoothing dengan crossover Moving Averages. Sebaliknya jika pasar sedang sideways, maka Moving Averages takkan banyak berguna. Bisa juga memilih indikator berdasarkan karakteristik pair yang ditradingkan. Misalnya jika bertrading mata uang komoditi yang pergerakannya sering mengikuti siklus tertentu, maka Commodity Channel Index (CCI) bisa jadi pilihan.
Indikator dapat dipasang dengan mudah pada platform trading yang sudah didapat dari broker. Cukup klik menu "insert", lalu Anda bisa melihat berbagai pilihan indikator. Klik saja pada salah satu indikator, lalu nanti akan muncul di atas chart,
enunjuk lain yang boleh anda gunakan untuk menentukan kekuatan trend adalah MACD, yang merupakan petunjuk momentum yang menggabungkan purata bergerak - EMA 9 (Exponential Moving Average). MACD menawarkan kedua-dua trend berikut dan momentum.
MACD turun naik di atas dan di bawah garis sifar sebagai purata bergerak berkumpul, salib dan bercanggah. Anda boleh melihat untuk lompat parti garis isyarat, lompat parti "centreline" dan perbezaan yang menjana isyarat.
Jika MACD berada di atas EMA 9, momentum akan menaik dan MACD adalah di bawah EMA 9, momentum adalah menurun.
Analisa teknikal dibagi menjadi 3 besar yaitu indikator, fibonacci sequence, dan Elliot Wave Trading. Indikator merupakan sederet formula yang diciptakan berdasarkan ilmu statistik dan digunakan untuk memprediksi trend, titik support, ressistance maupun jenuh beli dan jenuh jual. Sedangkan fibonacci sequence dan Elliot wave mendasarkan analisanya pada pattern recognition berdasarkan pola bilangan maupun bentuk grafik yang ada.
Terdapat lebih dari 50 jenis indikator yang dapat Anda pelajari dalam analisa teknikal, 11 pola Elliot wave standar (belum termasuk turunan yang dikembangkan perorangan maupun trading research lab atau komunitas tertentu lainnya). Sedangkan fibonacci sequence mendasarkan perhitungannya pada deret fibonacci yang banyak digunakan untuk menghitung pergerakan benda acak yang memiliki pola tertentu (seperti pergerakan harga mata uang).
Teknikal Analisa Forex
Cara Membaca Stochastic Forex
No comments:
Post a Comment