Ada pandangan yang sudah mengakar dalam masyarakat bahwa lebih baik berinvestasi di sektor riil daripada nonriil karena sektor riil merupakan bidang yang ‘JELAS’ terlihat. Kalaupun ada yang ingin bermain di sektor nonriil, maka pilihan lebih banyak jatuh pada saham dan reksa dana, bukan forex, karena terlihat ‘lebih riil’.
Namun, seiring dengan meningkatnya kecerdasan masyarakat dalam berinvestasi di Indonesia, forex trading akan menjadi salah satu alternatif pilihan selain saham dan reksa dana. Besarnya return yang dapat diberikan dan likuiditas forex trading menjadi salah satu keunggulan investasi di sektor ini. Ditambah lagi pemerintah sudah mulai berperan aktif sebagai regulator dalam produk perdagangan berjangka (seperti forex, komoditi dan indeks).
Dilihat dari pemahaman diatas, Trading rasanya seperti judi bola. Karena kita belum memiliki ilmu dan analisis yang baik untuk trading, maka trading kita akan seperti memilih pemenang antara Manchester United VS Chelsea. Karena itu kalo tanpa ilmu, tentu saja seorang Trader akan terkesan sama saja dengan seorang yang melakukan Judi Online.
Salah satu hal yang membuat Forex menjadi sebuah perjudian adalah dari dalam diri trader itu sendiri. Mereka yang berjudi adalah mereka yang mempertaruhkan uangnya di pasar forex dan mengharapkan keuntungan dengan hanya menggantungkan pada faktor keberuntungan.
InsyaAllah dengan penjelasan yang telah dijabarkan oleh ustadz Muhammad Arifin Badri (hafizhohullah) tersebut dapat kita ketahui dan pahami, bahwa :
1. FOREX / VALAS yang dilakukan secara langsung tanpa menundanya, maka hukumnya HALAL.
2. FOREX / VALAS yang tertunda walau sedetik pun untuk mendapatkan keuntungan/ rugi, maka hukumnya HARAM.
3. FOREX / VALAS yang tertunda walau seditk pun dinilai sebagai RIBA dan RIBA hukumnya HARAM.
Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa mereka yang mengetahui akan dikalahkan oleh mereka yang memahami. Mereka yang memahami akan dikalahkan oleh mereka yang menguasai. Mereka yang menguasai akan dikalahkan oleh mereka yang menyukai dan mereka yang menyukai akan dikalahkan oleh mereka yang menghayati. Saya rasa ini pun berlaku pada forex trading.
Disinilah keberadaan menjadi penting yaitu untuk menuntun kita sebagai newbie dalam memasuki dunia forex trading. Forex trading bukan saja sebuah ilmu untuk dipelajari, pada negara maju, sektor ini menghasilkan profesi baru dan mengembangkan lingkungan pendukung untuk para trader profesional tersebut. Mengapa? Sebab menganalisa sebuah pergerakan kurs perlu sebuah pengetahuan dan pengalaman yang cukup. Tidak bisa dalam satu hari dipahami semuanya! Perlu waktu untuk menjadi profesional di dunia forex.
Tingkat Profit
Judi: dibatasi
Forex trading: tidak dibatasi
Risk Management
Judi : tidak ada
Forex Trading : ada & sangat fleksibel
Analisa
Judi : Umumnya tidak ada, kalaupun ada cenderung Subjektif dan tidak logis
Forex Trading : Ada & objektif ( analisa teknikal/grafik dan fundamental/berita)
Tingkat spekulasi
Judi : 100% spekulasi
Forex trading : ada, tapi sangat kecil, karena kita bertransaksi berdasarkan analisa &"trading plan" yang logis
No comments:
Post a Comment